Langsung ke konten utama

Postingan

Menjelajah Sudut Demi Sudut Rumah HOS Tjokroaminoto

Surabaya, Surabaya, oh Surabaya. Kota kenangan, kota kenangan, takkan terlupa.” Penggalan lirik yang dinyanyikan oleh Titik Hamzah itu, boleh jadi sangat mengena di hati. Bagaimana tidak, Surabaya memang kota metropolitan kedua di Indonesia, namun kental akan sisi historis. Di kota ini pernah terjadi pertumpahan darah yang begitu dahsyat, hingga julukan Kota Pahlawan menjadi layak untuk disandang.
Kenangan akan masa-masa perjuangan, semakin dikuatkan dengan bangunan-bangunan tua yang kini masih berdiri dengan kokohnya. Salah satunya bangunan cagar budaya yang terletak di sudut perkampungan Peneleh Surabaya.
Bangunan ini memang bukan saksi bisu pertempuran melawan penjajah. Namun di rumah sederhana inilah para tokoh besar bangsa, belajar dan berproses. Rumah HOS Tjokroaminoto, begitulah rumah ini disebut, lantaran merupakan tempat tinggal dari tokoh pahlawan, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto.
CPI sebagai warga asli, yang tentunya #BanggaSurabaya, berkesempatan #JelajahCagarBudayaSurabay…
Postingan terbaru

Bus Tumpuk Suroboyo Potret Transportasi Masa Kini

CPI Menulis – Sebagai warga asli Kota Surabaya, penulis merasa bangga dengan segala pencapaian kota ini. Mulai dari semakin rindangnya kota karena banyak taman, hingga beragam fasilitas publik yang terus mengalami perbaikan.
Ada satu lagi yang belakangan ini ramai diperbincangkan, tak hanya di Surabaya, bahkan di berbagai kota dan di luar negeri. Fasilitas ini menyangkut moda transportasi umum, yang bernama Suroboyo Bus.
Sebagaimana artikel sebelumnya, penulis telah mengupas tuntas segala kelebihan bus milik Pemerintah Kota Surabaya ini. Bus yang memiliki warna merah ini, memiliki beberapa fasilitas unggulan seperti: Pembayaran menggunakan sampah plastik.Armada bus menggunakan Mercedes Benz tipe 1726, sehingga memberi kesan nyaman, mewah, megah.12 kamera pengintai (CCTV) yang terpasang, memberikan rasa aman bagi penumpang. Petugas bus, baik sopir maupun helper (atau dalam bus konvensional disebut kernet), dengan ramah membantu penumpang.Adanya pengelompokkan warna tempat duduk. Warna …

Semarak Surabaya Vaganza 2018 Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725

CPI Menulis – Parade Budaya dan Bunga yang merupakan acara tahunan Kota Surabaya kembali digelar di tahun 2018 ini dengan tajuk baru, “Surabaya Vaganza”. Gelaran yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 ini berlangsung pada Minggu (6/5). Kemeriahan parade diikuti oleh 83 peserta dengan titik awal di Jalan Pahlawan (depan Bappeda Provinsi Jatim) dan berakhir di Taman Bungkul. Acara dibuka secara simbolis pukul 08.00 WIB oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan disaksikan pula oleh para delegasi UNICEF se-Asia Pasifik. Hal ini dikarenakan bersamaan dengan agenda pertemuan UNICEF dalam rangka Forum Kota Layak Anak yang juga diselenggarakan di Kota Surabaya.
Surabaya Vaganza ini sangat dinantikan warga Surabaya. Antusiasme dapat dilihat sejak sebelum acara dimulai, warga sudah memadati lokasi pemberangkatan peserta parade. Acara dibuka oleh penampilan dan atraksi dari para peserta parade, diantaranya pertunjukkan Reog Ponorogo dari Paguyuban Re…

Pengalaman Naik Suroboyo Bus, Armada Mercy dan Bayar Pakai Sampah Plastik.

CPI Menulis – Jumat (13/4) kali pertama mencoba moda transportasi terbaru di Surabaya. Ya, "Suroboyo Bus", transportasi publik yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya ini belakangan menjadi hits dan banyak diperbincangkan khalayak. Sebelumnya tak ada niatan untuk mencoba Suroboyo Bus pada hari itu dikarenakan minimnya informasi.

Berita yang tersebar dijagad maya pun rata-rata hanya rilis media massa tentang peluncuran Suroboyo Bus, Sabtu (7/4) oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Belum ada artikel dari warganet yang membahas pengalaman menggunakan Suroboyo Bus. Jadi kali ini Penulis akan mencoba berbagi pengalaman menggunakan Suroboyo Bus.

Penulis memulai dari Halte Basra yang terletak di Jl. Basuki Rahmat, tepatnya di depan Hotel Bumi Surabaya. Tampak dua buah tong sampah berwarna kuning yang diperuntukkan khusus untuk calon penumpang Suroboyo Bus.

Sebagaimana info yang tersebar, bahwa untuk naik Suroboyo Bus, calon penumpang hanya diminta membayar menggunaka…

Liputan Kerja Praktek di Radar Surabaya #HariKe-12 sampai #HariKe-14

CPI Menulis – Hari ke-12 KP, Senin (8/8), sebagaimana rencana sebelumnya, Penulis berganti posisi dari Juru Warta menjadi Layouter. Hari pertama menjadi Layouter, Penulis mencoba membuat format layout koran Radar Surabaya, tanpa konten. Jadi hanya semacam header, footer, box untuk berita box, dan ‘cinguran’ (konten yang selalu ada, isinya hanya sebuah pantun terkait salah satu berita pada halaman satu). Jam kerja Layoter selalu pasti, yakni jam 15.00 WIB – 19.00 WIB, meskipun lebih sering pulang diatas jam 19.00 WIB. Hehe Hari ke-13 KP, Selasa (9/8), Pembimbing disana, Mas Nur tidak masuk kerja sehingga kami cukup kebingungan karena sebelumnya kami tidak diberi tugas. Keesokan harinya, Rabu (10/8), Mas Nur belum juga tiba di Radar. Menurut beberapa Bapak-Bapak disana, Mas Nur biasanya datang agak malam karena kalau libur Mas Nur pulang ke Tuban. Beberapa waktu menunggu, akhirnya Pak Wijayanto, Pemimpin Redaksi Radar Surabaya, menyuruh kami untuk meminta tugas pada Pak Hadi, salah satu …

Liputan Kerja Praktek di Radar Surabaya #HariKe-10 dan #HariKe-11

CPI Menulis – Hari ke-10 tepatnya Kamis (4/8) kami melakukan liputan kegiatan Final Project Competition yang diadakan oleh kampus kami, PENS. Sebelum itu, kami melakukan wawancara kepada salah satu mahasiswa prodi Teknologi Game, Miftakhul Firdaus. Mas Mimif, sapaan akrabnya, kami liput terkait keberhasilannya menciptakan game yang akhirnya mendapat predikat juara di salah satu perlombaan game bergengsi. Liputan hari itu berlangsung seperti biasa, bedanya ialah dalam satu hari kami mendapat dua berita. Dan saat itu kami tidak ke Radar karena merasa hari sudah terlalu sore. Meski begitu kami tetap melakukan konfirmasi kepada Pembimbing kami disana, Pak Hendar. Keesokan harinya, hari ke-11 KP, kami tidak melakukan liputan, tapi langsung ke kantor Radar Surabaya. Kami berangkat jam 15.00 WIB dan kedua tulisan kami telah siap untuk kami tunjukkan ke Pak Hendar. Saat pukul 19.00 WIB, seperti biasa kami berpamitan untuk pulang, namun sebelum itu kami bertanya terkait liputan esok harinya. Pak…

Liputan Kerja Praktek di Radar Surabaya #HariKe-8 dan #HariKe-9

CPI Menulis - Hari ke-8 KP, Selasa (2/8), kami memulai jam 12.00 WIB di kampus PENS. Agenda kami yaitu meliput persiapan yang dilakukan 6 tim PKM PENS yang lolos dalam Pimnas. Liputan hari itu lebih lama menunggunya. Mulai dari menunggu agenda presentasi tiap tim dimulai, kemudian menunggu giliran untuk mewawancari tim secara bergantian. Sehingga kami izin ke Pak Hendar untuk tidak ke Radar pada sore harinya. Kami menulis beritanya ketika esoknya karena sore itu info yang kami dapat tak terlalu banyak.
            Hari ke-9 KP, Rabu (3/8), Penulis berada di rumah untuk menulis liputan kemarin. Tulisan kali ini lebih berhati-hati karena rencana akan ditayangkan di koran Radar Surabaya. Sore harinya sekitar jam 15.00 Penulis ke kantor untuk melaporkan hasil tulisan dan mendengar arahan dari Pak Hendar. Sore itu kami juga meminta izin untuk liputan sendiri pada hari Kamis, karena di kampus ada gelaran Final Project Competition. (cpi)